
Serangan udara junta militer Myanmar di sebuah desa yang dikuasai oleh pejuang antikudeta menewaskan sedikitnya 12 orang. Pejabat administratif setempat mengatakan pemboman itu menargetkan wilayah sipil.
Dilansir AFP , Minggu (16/3/2025), militer Myanmar merebut kekuasaan dalam kudeta tahun 2021 yang telah menjerumuskan negara itu ke dalam perang saudara yang bergejolak. Para analis mengatakan junta yang sedang berjuang itu semakin banyak menggunakan serangan udara untuk menargetkan warga sipil.
Serangan pada Jumat (14/3) sore itu menghantam Desa Letpanhla yang terletak sekitar 60 Km di utara kota terbesar kedua di negara itu, Mandalay. Desa di kotapraja Singu itu dikuasai oleh Pasukan Pertahanan Rakyat (PDF) yang merupakan gerilyawan antikudeta.