Menunggang Tradisi dan Modernitas
Padang – Di tengah kota Padang, Sumatera Barat, terdapat Ponpes Kanzul Ulum yang tidak hanya menjadi tempat belajar ilmu agama, tetapi juga melatih santrinya dalam keahlian menunggang kuda. Tradisi ini menjadi daya tarik tersendiri, menggabungkan nilai-nilai agama dengan budaya lokal.
Latar Belakang
Ponpes Kanzul Ulum dikenal sebagai lembaga pendidikan agama yang menawarkan kurikulum lengkap, termasuk pelatihan kuda. Santri-santri tidak hanya menghafal Al Quran dan mempelajari fiqih, tetapi juga diajarkan untuk merawat dan menunggang kuda dengan baik. Tradisi ini diharapkan dapat meningkatkan kedisiplinan dan kerohanian santri.
Fakta Penting
Menurut pengasuh Ponpes, tradisi menunggang kuda dianggap sebagai bagian dari upaya mempertahankan budaya lokal yang sedang berkurang. Santri-santri, yang umumnya berusia antara 10 hingga 18 tahun, melatih kuda secara teratur dan bahkan sering mengikuti perlombaan kuda di daerah tersebut.
Dampak
Tradisi ini tidak hanya memberikan manfaat spiritual, tetapi juga sosial. Santri-santri yang mahir menunggang kuda sering menjadi perhatian publik dan diharapkan dapat menjadi contoh positif bagi masyarakat.
Penutup
Santri Penunggang Kuda dari Kanzul Ulum Padang menjadi contoh nyata bagaimana pendidikan agama dapat dikombinasikan dengan budaya lokal untuk menciptakan generasi yang berdisiplin dan berbudaya. Tradisi ini juga menjadi bukti bahwa pendidikan tidak hanya tentang teori, tetapi juga praktik yang bermanfaat bagi masyarakat.