
Latar Belakang
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan bahwa peningkatan produktivitas nasional menjadi kunci untuk memperkuat daya saing Indonesia di tengah persaingan global yang semakin ketat. Namun, data menunjukkan bahwa pertumbuhan produktivitas Indonesia dalam sepuluh tahun terakhir hanya mencapai 25 persen, jauh di bawah Tiongkok yang mencapai 220 persen.
Fakta Penting
Yassierli mengungkapkan bahwa tingkat produktivitas Indonesia saat ini masih 10 persen di bawah rata-rata negara ASEAN. Bahkan, Total Factor Productivity (TFP) Indonesia mengalami penurunan. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan Indonesia dalam menghasilkan produk, jasa, dan layanan secara efektif dan efisien masih tertinggal dibandingkan negara lain.
Dampak
Dalam acara Buka Puasa Bersama dan Sharing Session yang diselenggarakan oleh Gerakan Nasional Indonesia Kompeten (GNIK), Yassierli menekankan urgensi untuk mengejar ketertinggalan ini. “Produktivitas menjadi tantangan besar kita saat ini. Kita harus segera采取 tindakan untuk meningkatkan produktivitas sebelum keterlambatan ini berdampak lebih luas pada pertumbuhan ekonomi dan kualitas hidup masyarakat,” jelasnya.
Penutup
Dengan data mengejutkan dan peringatan keras dari Menaker, Indonesia dihadapkan pada pilihan untuk segera meningkatkan produktivitas atau terus tertinggal dalam persaingan global. Pertanyaannya sekarang, apakah Indonesia memiliki rencana konkret untuk mengatasi tantangan ini?